Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf May 2026

Maqashid as-Shaum (Tujuan-Tujuan Puasa) adalah karya monumental dari Syaikh Izzuddin bin Abdissalam , yang sering dijuluki sebagai Sulthanul Ulama (Rajanya para Ulama). UIN SUNAN KALIJAGA

Kitab ini tidak hanya membahas tata cara puasa secara teknis (fikih), tetapi menyelami sisi spiritual dan filosofis untuk menjawab pertanyaan "mengapa kita berpuasa?". Berikut adalah ringkasan konten dan tautan untuk mengaksesnya: UIN SUNAN KALIJAGA Isi Utama Kitab

Dalam kitab ini, Syaikh Izzuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat duniawi dan ukhrawi yang mendalam, di antaranya: Mengangkat Derajat:

Puasa dipandang sebagai sarana mendekatkan diri secara ekstrem kepada Allah. Menghapus Kesalahan:

Salah satu keutamaan utama yang dibahas adalah fungsinya sebagai penebus dosa. Mengendalikan Syahwat:

Puasa melatih jiwa untuk tidak diperbudak oleh keinginan fisik, sehingga mencapai kebebasan spiritual. Empati Sosial:

Merasakan lapar membantu seseorang memahami penderitaan kaum fakir miskin. Link Download & Baca (PDF/E-Book)

Anda dapat menemukan terjemahan atau ringkasan kitab ini melalui beberapa platform berikut: E-Book Resmi: Anda bisa mengunduh versi ringkas atau e-book melalui Penerbit Qaf yang menyediakan materi kajian mendalam terkait kitab ini. Terjemahan Scribd: Tersedia dokumen terjemahan publik di Scribd - Terjemah Maqosidu Siyam yang merangkum poin-poin penting dari teks aslinya. Analisis Artikel:

Untuk memahami 7 keutamaan puasa yang disebutkan dalam kitab ini, Anda bisa membaca ulasan di TafsirAlquran.id

Kitab ini sangat cocok bagi Anda yang mencari "deep story" atau makna batin di balik rutinitas ibadah puasa, agar tidak sekadar menahan lapar dan haus. Pengadilan Agama Kalianda || Lampung Selatan Apakah Anda ingin saya merangkum tujuh keutamaan puasa

yang secara spesifik dibahas oleh Syaikh Izzuddin dalam kitab tersebut? Makna dan Tujuan Puasa dalam Islam | PDF - Scribd 1|Maqosidu s Saum. Bedah Kitab Maqashid As-Shaum

The Maqashid al-Shaum (The Objectives of Fasting) is a concise yet profound classical work by Imam Izzuddin bin Abdissalam (d. 660 H), a scholar famously known as Sulthanul Ulama (The King of Scholars).

This kitab stands out because it blends legalistic jurisprudence (fiqh) with spiritual and ethical philosophy, explaining why Muslims perform fasting rather than just how to do it. 📖 Key Content Overview Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf

The book is typically organized into chapters covering the spiritual and physical dimensions of fasting. While short, it covers approximately 10 main topics:

Legal Status: The obligation of fasting based on Quranic evidence.

The 7 Virtues (Fadhilah): Elevating status, erasing sins, breaking desires, increasing charity, enhancing obedience, showing gratitude, and deterring sin.

Etiquettes (Adab): Proper conduct during fasting to ensure the fast is not just "hunger and thirst".

Spiritual Training: How fasting defeats lower desires (syahwat) and trains the soul.

Sunnah Fasting: Rules and virtues for voluntary fasts beyond Ramadan. 🚀 Key Themes & Objectives

Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf: A Comprehensive Guide to the Objectives of Fasting in Islam

Fasting, or shaum, is one of the five pillars of Islam and is observed by Muslims worldwide during the month of Ramadan. The practice of fasting is not only a means of spiritual growth and self-refinement but also a way to develop self-control, empathy, and compassion for those in need. The book "Maqashid Shaum" is a seminal work that explores the objectives and purposes of fasting in Islam. In this article, we will provide an overview of the book "Maqashid Shaum" and offer a terjemahan (translation) of its key concepts in PDF format.

What is Maqashid Shaum?

Maqashid Shaum is a book written by a renowned Islamic scholar that delves into the purposes and objectives of fasting in Islam. The book provides a comprehensive analysis of the concept of fasting and its role in the Islamic faith. It explores the spiritual, physical, and social benefits of fasting, as well as its significance in the lives of Muslims.

Objectives of Fasting in Islam

The primary objective of fasting in Islam is to attain taqwa, or God-consciousness. Fasting helps Muslims develop self-control, piety, and mindfulness of Allah. The Quran states, "O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous" (Quran 2:183). The book "Maqashid Shaum" outlines several key objectives of fasting, including: Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf For those interested

  1. Developing self-control: Fasting helps Muslims control their desires, appetites, and emotions, leading to a greater sense of self-awareness and self-discipline.
  2. Cultivating empathy and compassion: Fasting allows Muslims to experience hunger and thirst, which fosters empathy and compassion for those who are less fortunate.
  3. Promoting spiritual growth: Fasting provides an opportunity for Muslims to focus on their spiritual growth, introspection, and self-refinement.
  4. Enhancing community cohesion: Fasting during Ramadan brings Muslims together, promoting a sense of community and social bonding.

Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf

For those interested in reading the book "Maqashid Shaum" in PDF format, we have provided a translation of its key concepts below:

Download Terjemahan Kitab Maqashid Shaum Pdf

To download the translation of "Maqashid Shaum" in PDF format, please click on the link below:

[Insert link to PDF file]

Conclusion

The book "Maqashid Shaum" provides a comprehensive analysis of the objectives and purposes of fasting in Islam. The terjemahan (translation) of its key concepts in PDF format offers a valuable resource for Muslims seeking to deepen their understanding of the significance of fasting in Islam. By exploring the objectives and benefits of fasting, Muslims can cultivate a greater appreciation for this fundamental aspect of their faith and strive to become more righteous and compassionate individuals.

References

Additional Resources

For those interested in learning more about Islam and fasting, we recommend the following resources:

By providing a comprehensive guide to the objectives of fasting in Islam, we hope to inspire Muslims to deepen their understanding and appreciation of this vital aspect of their faith.

Berikut adalah review solid dan objektif mengenai buku/terjemahan "Kitab Maqashid Shaum" (karya Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Wazir, atau kadang merujuk pada diskusi maqashid puasa oleh ulama lain seperti Ibn Qayyim dalam Zadul Ma'ad yang diringkas): namimah (adu domba)


B. Metode Belajar Efektif

  1. Baca Arab + Terjemah (jika ada) secara paralel.
  2. Buat peta konsep tiga tingkatan puasa – lalu evaluasi diri: puasa Anda berada di tingkat mana?
  3. Diskusikan dengan guru/pengajian kitab – kitab ini tidak cukup dibaca sendiri, karena mengandung isyarat tasawuf yang perlu bimbingan.
  4. Ekstrak amalan praktis:
    • Hari ke-1 Ramadhan: niat memperbaiki puasa umum.
    • Hari ke-2: tambah jaga lisan dari ghibah.
    • Hari ke-3: latih hati dari riya’, iri, dendam.

1. Definisi dan Hakekat Puasa

Penulis memulai dengan mendefinisikan puasa secara bahasa dan syariat. Ini adalah fondasi sebelum melangkah lebih jauh.

C. Isi Pokok

Kitab ini membagi puasa menjadi tiga tingkatan (yang kemudian dikutip oleh Imam al-Ghazali dalam Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn dan para ulama setelahnya):

| Tingkat | Nama | Ciri Utama | |---------|------|-------------| | 1 | Ṣaum al-‘Umūm (Puasa Umum) | Menahan diri dari makan, minum, dan syahwat. | | 2 | Ṣaum al-Khuṣūṣ (Puasa Khusus) | Menahan anggota tubuh dari dosa (lisan, telinga, mata, tangan, kaki). | | 3 | Ṣaum Khuṣūṣ al-Khuṣūṣ (Puasa Istimewa) | Menahan hati dari keinginan dunia, pikiran rendah, dan selain Allah. |

Selain itu, dibahas juga:


6. Adab dan Hal-hal yang Membatalkan Pahala

Syekh Utsaimin mengingatkan bahwa banyak orang yang puasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga karena mereka masih melakukan gibah, namimah (adu domba), dan perilaku jahiliyah.

Apa itu Kitab Maqashid Shaum?

Secara harfiah, Maqashid Shaum berarti "Tujuan-tujuan Puasa". Kitab ini biasanya membahas secara komprehensif mengenai apa saja yang menjadi tujuan syariat puasa di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya.

Pembahasan dalam kitab ini tidak sekadar membahas fiqih (hukum-hukum) puasa seperti syarat, rukun, dan hal yang membatalkan, melainkan lebih mengarah pada tasawuf dan akhlak. Kitab ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana puasa mampu membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs), meningkatkan ketakwaan (taqwa), dan membentuk karakter seorang hamba yang patuh kepada Allah SWT.

(Catatan: Istilah "Maqashid Shaum" sering kali merujuk pada pembahasan spesifik di dalam kitab-kitab tasawuf besar seperti Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, atau karya para ulama Syafi'iyah lainnya yang membahas makna-makna tersirat di balik ibadah).

Apa Itu Kitab Maqashid Shaum?

Secara etimologi, Maqashid berarti tujuan-tujuan atau sasaran, sementara Shaum berarti puasa. Jadi, Kitab Maqashid Shaum adalah sebuah risalah (kitab kecil) yang secara spesifik membahas tentang tujuan-tujuan utama di balik pensyariatan puasa.

Berbeda dengan kitab fiqih biasa yang hanya membahas rukun, syarat, dan pembatal puasa, kitab ini masuk ke ranah sirr (rahasia) dan hikmah (kebijaksanaan). Kitab ini menjelaskan mengapa Allah mewajibkan puasa, apa yang sebenarnya Allah inginkan dari orang yang berpuasa, serta bagaimana dampak puasa terhadap jiwa (nafsu), akal (aql), dan ruh (ruh) seorang Muslim.

Kitab ini tergolong ringkas namun padat makna. Saking populernya, kitab ini sering menjadi referensi utama dalam pengajian-pengajian di pesantren khususnya pada bulan Ramadhan.