Bacaan Talqin Mayit Arab May 2026

Bacaan Talqin Mayit Arab: Teks Lengkap, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Pendahuluan: Memahami Talqin untuk Jenazah

Dalam tradisi Islam, terutama yang merujuk pada mazhab Syafi’i, terdapat amalan yang dikenal dengan nama Talqin Mayit. Talqin secara bahasa berarti "menuntun" atau "mengingatkan". Secara istilah, Talqin Mayit adalah upaya menuntun atau mengingatkan ruh mayit (jenazah) agar mampu menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir di alam kubur.

Banyak umat Islam, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan Brunei, membaca bacaan talqin mayit arab setelah jenazah dimakamkan. Artikel ini akan membahas secara lengkap teks Arab, latin, terjemahan, serta tata cara pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan para ulama.


The Arabic Text: A Dialogue with the Unseen

The core of the Talqin is a dramatic re-enactment of the grave’s first interrogation. The living recite to the dead, reminding them of the answers they must give to the angels Munkar and Nakir. bacaan talqin mayit arab

Here is the primary text recited over the grave, followed by its transliteration and meaning.

اللَّهُمَّ إِنَّا لا نَعْلَمُ مِنْهُ إِلاَّ خَيْرًا، وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا Allahumma inna laa na’lamu minhu illa khaira, wa Anta a’lamu bihi minna. “O Allah, we do not know of him except good, and You know him better than we do.”

يَا عَبْدَ اللَّهِ (or يَا فُلاَنَة بِنْتَ فُلاَنٍ) Ya ‘Abdallah (or Ya Fulanah binti Fulan) “O servant of Allah (or O [name], daughter of [name])...” Bacaan Talqin Mayit Arab: Teks Lengkap, Latin, Arti,

اذْكُرِ الْعَهْدَ الَّذِي خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا، شَهَادَةَ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ Udhkuril ‘ahdal ladzi kharajta ‘alaihi minad dunya, syahadata an la ilaha illallah wa anna Muhammadar Rasulullah. “Remember the covenant upon which you departed from this world: The testimony that there is no god but Allah, and that Muhammad is the Messenger of Allah.”

وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَالنَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ Wa annal jannata haqq, wan nara haqq, wa annallaha yab’atsu man fil qubur. “And that Paradise is true, and Hellfire is true, and that Allah will resurrect those in the graves.”

يَا عَبْدَ اللَّهِ، إِنْ كُنْتَ لا تَسْمَعُ كَلامِي فَاعْلَمْ أَنَّ كَلامَ اللَّهِ لا يَمُوتُ Ya ‘Abdallah, in kunta la tasma’u kalami fa’lam anna kalamallahi la yamutu. “O servant of Allah, if you cannot hear my speech, know that the Speech of Allah (the Quran) does not die.” The Arabic Text: A Dialogue with the Unseen

3. Terjemahan singkat ke Bahasa Indonesia

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sembuhkanlah dia, maafkanlah dia; muliakan tempat kediamannya, luaskanlah tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju dan hujan es, bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantikanlah untuknya sebuah rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya; lindungilah dia dari fitnah kubur dan siksaan api neraka.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Aku bersaksi bahwa engkau hamba Allah dan bahwa engkau telah beriman kepada Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa engkau telah menjawab panggilan (kematian) dan telah mengenal Rabb-mu.”

1. The Purpose of Talqin

  • For the Deceased (Mayit): To help them remember and recite the answers to the angels' questions: "Who is your Lord? What is your religion? Who is your prophet?"
  • For the Living: To remind us of our own mortality and prepare for the afterlife.

Important Note: Talqin is practiced by many Muslims (especially in the Shafi'i school and Southeast Asian tradition), but some scholars consider it unsupported by authentic hadith. Perform it with the intention of benefiting the deceased through prayer and reminder, not as an obligatory ritual.


Scroll to Top